Ducati menjadi buruan yang sangat diidamkan para raksasa Jepang (dan bukan hanya) yang ingin kembali membuat pernyataan keras di MotoGP. Pasar teknisi terus bergerak menunggu pasar pengemudi yang tentunya akan memberikan beberapa liku-liku dalam beberapa bulan mendatang. Setahun yang lalu Alberto Giribuola pergi, pindah dari Gresini ke KTM (didahului oleh Fabiano Sterlacchini, direktur teknis KTM). Kini Yamaha-lah yang melakukan “belanja” di departemen teknik Borgo Panigale.
Ducati memangsa pasar
Beberapa bulan yang lalu Ducati kehilangan Marco Nicotra, wakil aerodinamis, yang pindah ke Iwata untuk mencoba memberikan dukungan kepada departemen di mana Jepang berada dalam kesulitan. Pada tes Valencia, Nicotra sudah tampil dengan jersey Yamaha bersama Fabio Quartararo dan Alex Rins. Yang juga akan bergabung dengannya adalah Massimo Bartolini, manajer performa Desmosedici GP, yang setelah bertahun-tahun berseragam merah memutuskan untuk bermigrasi ke garasi garpu tala. Bartolini akan berperan sebagai direktur teknis, di bawah pengawasan Takahiro Sumi. Sebuah langkah untuk meyakinkan Fabio Quartararo agar tetap bertahan, mengingat juara Prancis itu berulang kali meminta jaminan teknis yang lebih besar untuk memperbarui kepercayaannya.
Ada kegembiraan yang luar biasa di Yamaha dan lagu tersebut menyandang nama Davide Brivio. Manajer asal Brianza itu menutup kontrak dengan Alpine F.1 lebih awal dan menurut rumor yang beredar ia akan kembali ke MotoGP. Awalnya namanya dikait-kaitkan dengan Honda, namun rupanya Yamahalah yang mengincarnya. Menurut ‘La Gazzetta dello Sport’, dia bisa menjadi penerus Lin Jarvis sebagai direktur pelaksana mulai musim 2025. Oleh karena itu kemungkinan tim VR46 asuhan Valentino Rossi akan meninggalkan Ducati untuk merangkul proyek Yamaha…
Biografi luar biasa Jonathan Rea: “In Testa” tersedia di Amazon