Supersport menutup akhir pekan di Belanda dengan balapan berani yang sangat gila dari ini. Pada grid race 2, seluruh pebalap tetap menggunakan ban slick meski mulai turun hujan dengan intensitas tertentu. Dalam dua lap pertama, peleton tersebut maju dengan hati-hati di tengah awan air, khawatir tentang apa yang harus dilakukan dan menghindari terjatuh di aspal yang sekarang basah kuyup. Petunjuknya datang, yang paling pintar menyelinap ke dalam garasi, yang lain tetap di dalam, berharap hal itu akan terjadi seperti pada balapan-balapan sebelumnya di akhir pekan, ketika balapan berhenti dan lintasan dengan cepat mengering. Kalah taruhan, karena hujan terus turun hingga menyebabkan mereka yang ngotot paling banyak tenggelam. Salah satunya adalah Stefano Manzi kami, yang berhasil kehilangan poin (peringkat 22) di bawah bendera kotak-kotak. Nasib buruk membuatnya kehilangan posisi teratas di Kejuaraan Dunia Supersport.
Van Straalen pesca l’asso
Tantangan podium hanya terbatas pada mereka yang menempuh pit road terlebih dahulu. Dalam kondisi basah, dengan ban yang tepat, yang tercepat adalah pembalap Belanda Glenn Van Straalen, anak didik Ten Kate yang sangat gembira merayakan kesuksesan Kejuaraan Dunia pertamanya di depan 57.000 penonton tuan rumah. Terlebih lagi, dengan Yamaha R6 berbalut warna oranye, warna nasional: sebuah kemenangan! Namun Adrian Huertas juga tidak bisa mengeluh, yang setelah memenangi balapan 1 secara paksa dengan posisi kedua ini melonjak ke puncak klasemen, dengan keunggulan satu poin atas Manzi. Pembalap Ducati itu menghapuskan dalam sekejap kesialan yang menimpanya di Phillip Island dan di ajang sukses di Barcelona.
Antonelli dekat podium
Peluang podium terbuang bagi Nicolò Antonelli, yang keluar jalur pada lap terakhir, membahayakan posisi tiga besar. Namun, Assen juga bisa menjadi titik balik baginya, setelah awal Kejuaraan Dunia yang lebih rendah dari perkiraan. Dalam tantangan antara Romagna ia mengalahkan Lorenzo Baldassarri, sangat cepat ketika ia kembali ke trek dengan ban hujan, namun terjatuh menjelang akhir. Rekor beragam untuk Yari Montella, yang kembali satu lap lebih lambat dari waktu ideal. Tempat kedelapan baginya, yang masih membuatnya tetap berada di posisi teratas Kejuaraan Dunia Supersport. Masih lebih baik dibandingkan Assen setahun lalu, saat ia terlibat kecelakaan mengerikan di awal dengan Can Oncu.

Foto: Instagram
Buku terlaris: “How I Planned My Dream”, biografi Adrian Newey EDISI BARU