Pada tanggal 31 Desember 1957 Fabrizio Meoni lahir di kota asalnya Castiglion Fiorentino. Dari situlah dimulailah kisah seorang pria yang kemudian menulis halaman sepeda motor yang tak terhapuskan, dengan konsekrasi definitifnya di Paris-Dakar, sebuah kompetisi yang sangat ketat yang dimenangkan Meoni dua kali, pada tahun 2001 (tahun foto di sampul) dan pada tahun 2002 Tepatnya pada kompetisi yang membawanya pergi pada tanggal 11 Januari 2005: itu seharusnya menjadi serangan reli terakhirnya, namun dengan cara yang sangat berbeda. Apa yang kita ingat tentangnya, bagaimanapun, tidak hanya menyangkut sisi olahraganya, tapi juga kemanusiaan dan komitmen sosialnya. Sebuah pesan yang disampaikan oleh Fabrizio Meoni Onlus Foundation, namun tidak hanya: Dakar pertama putranya Gioele tidak hanya akan menjadi sebuah kompetisi, namun sebenarnya memiliki tujuan amal.
Fabrizio Meoni, patungnya kini semakin bersinar
Fabrizio Meoni, kenangannya
“Hari ini Fabrizio Meoni akan berusia 66 tahun.” Demikianlah dimulainya postingan di halaman organisasi nirlaba yang menyandang nama juara tak terlupakan dari Castiglion Fiorentino. “Selama 19 tahun berikutnya dia akan membuat kita terpesona dengan kebijaksanaannya, karakternya dan kualitas kemanusiaannya. Hal ini tentu saja akan membantu kita mengatasi hambatan hidup dan berusaha mencapai hasil terbaik, membawa kita ke dalam kesulitan penggerebekan besar-besaran di Afrika seolah-olah ini adalah metafora untuk kehidupan manusia. Yah, meskipun kita mempunyai keterbatasan dan dalam kondisi yang tidak pernah mudah, selama ini kita selalu bertindak mengikuti jalan yang ditelusuri olehnya, dalam ingatannya, agar hal ini tetap bisa terjadi…”
Penggalangan dana
Tepatnya untuk mengenang Fabrizio Meoni di hari ulang tahunnya, sebuah peringatan yang digabungkan dengan hari kematiannya (yang akan jatuh pada tanggal 11 Januari), organisasi nirlaba tersebut telah memulai penggalangan dana atas namanya. Semua hasil yang diperoleh akan disumbangkan ke dua sekolah penting yang merupakan bagian dari perjalanan panjang Yayasan. Ini adalah “Jardin d’enfants” di Burkina Faso dan “Buresti – Meoni” di Dakar, Senegal, yang dikelola bersama dengan mitra dan teman relawan yang mengelolanya, Assomis Odv/Ets dan Oltre i Confini. Anda dapat berkontribusi melalui tautan yang sesuai di halaman sosial Yayasan Fabrizio Meoni Onlus. Namun pentingnya komitmen sosial merupakan ciri khas keluarga yang diturunkan.
Gioele Meoni di Dakar pertama
Putra sang juara menerima tantangan ini, bahkan jika kita berbicara tentang kompetisi yang telah berubah secara radikal dari kompetisi yang dilakukan ayahnya Fabrizio (yang terpenting, kompetisi ini tidak lagi berlangsung di Afrika). Tentu saja haru tetap ada atas nama yang sangat berarti bagi keluarga Meoni itu. Sebuah tantangan yang ingin disaingi Gioele dengan ayahnya, seperti yang berhasil dilakukan Aldo dan Andrea Winkler pada tahun 2022. Itulah mata air yang menghidupkan kembali mimpi itu, dengan tujuan ganda. “Dakar hanya akan menjadi sarana, amal akan menjadi tujuan akhir” Gioele Meoni sebenarnya sempat menggarisbawahi dalam pemaparan Dakar4Dakar. KTM 450 Rally miliknya selanjutnya akan dijual di lelang amal, yang hasilnya akan disumbangkan ke Yayasan pembangunan sekolah di pinggiran Dakar, Senegal.