Rekor dimaksudkan untuk dipecahkan, tetapi beberapa di antaranya tampaknya terpaku pada batu. Pikirkan Katsuyuki Nakasuga. Arus utama dia dikenal dengan 4 kemenangan berturut-turut (dari 2015 hingga 2018) bersama Pabrik Yamaha di Suzuka 8 jam dan untuk posisi ke-2 itu, sebagai pengganti Ben Spies yang cedera, di MotoGP di Valencia pada tahun 2012. Masih podium terakhir seorang pengendara sepeda motor Jepang di kelas utama. 11 tahun setelah eksploitasi itu, tak perlu dikatakan lagi bahwa Nakasuga masih mencalonkan diri untuk Seluruh Jepang di mana ia terus menuai banyak kesuksesan. Termasuk rekor yang sulit ditiru di motor kekinian.
KATSUYUKI NAKASUGA 11 VOLTE CAMPIONE
Mari kita mulai dari sebuah premis. Pada usia 41 tahun, Katsuyuki Nakasuga sudah menjadi pemegang rekor All-Japan sepanjang masa. Bendera Yamaha, sejak 2008 ia selalu dinobatkan sebagai Juara JSB1000 (Superbike), hanya dengan 4 pengecualian. Khususnya, pada periode dua tahun 2010-2011 oleh Kosuke Akiyoshi (FCC TSR Honda), pada 2017 oleh Takumi Takahashi (HARC-PRO Honda) dan, pada 2020, secara mengejutkan rekan setim mudanya Kohta Nozane.
TUMBUH DI TAHUN 2020
Tepatnya di tahun 2020 yang dikondisikan darurat COVID-19,’Kat‘ dia mungkin mengalami musim terburuknya. Banyak kesalahan, beberapa menjijikkan, begitu banyak sehingga dia bahkan finis ketujuh di kejuaraan, menyerahkan # 1 kepada Nozane pada saat peluncuran untuk Kejuaraan Dunia Superbike. Sepertinya lagu angsa Nakasuga, tapi dari kekalahan berat itu dia membangun “garis” sensasional.
LE 23 VITTORIE CONSECUTIVE DI KATSUYUKI NAKASUGA
Pasalnya, sejak balapan terakhir digelar pada 2020, Katsuyuki Nakasuga belum terkalahkan. Sejak 1 November 2020, sejak ia jatuh di Race 2 di GP MFJ di Suzuka (setelah memenangkan balapan hari Sabtu), ia selalu naik ke podium teratas. Menjadikan dirinya pencipta bukan dari satu, tapi dari dua”musim yang sempurna“, atau menangkan semua balapan yang dimainkan. Dia berhasil di tahun 2021, dia mengulanginya di tahun 2022. Diterjemahkan, 23 kemenangan beruntun bersama Yamaha Factory Racing Team R1.
REKAMAN TIDAK MUDAH
Letakkan seperti ini, tampaknya Nakasuga tidak berpacu dengan siapa pun. Pada kenyataannya tidak begitu. Apalagi musim lalu, biker berhelm bermata besar Tadashi ‘Tadao’ Suzuki itu bertemu tandingannya. Apalagi di dua ronde di Suzuka, saat Kazuki Watanabe melawan Yoshimura Suzuki RIDEWIN bertarung hingga meter terakhir untuk meraih kemenangan. Niat yang sia-sia, sedemikian rupa sehingga tim yang sama dipimpin oleh Yukio Kagayama muncul di putaran terakhir Suzuka 2022 di bawah bendera tagar “#StopTheNakasuga“. Kalahkan dia untuk menangkal a seppuku.
LAWAN PALING TAKUT? COVID
Mendekati usia 42 tahun, Katsuyuki Nakasuga akan mencoba memperpanjang rekor ini di tahun 2023. Melihat kembali periode dua tahun ajaibnya, selain Watanabe, lawannya yang paling tangguh adalah… COVID! Agustus lalu di Autopolis, rekan setimnya Yuki Okamoto terjatuh saat latihan. Untuk pemeriksaan dia dibawa ke rumah sakit dimana setelah pemeriksaan rutin, dia dinyatakan positif swab COVID-19. Alhasil, seluruh anggota tim Pabrik Yamaha, termasuk Nakasuga, sah diperiksa. Miliknya garis dia tampak goyah, tapi untungnya swab memberikan hasil negatif: pada hari Minggu dia berlari dan, tentu saja, menang lagi…
